Langsung ke konten utama

Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Terbesar di Indonesia?



from:tamasyadengananak-blog

Halloha again!

Apa kabar semua? Semoga masih dalam keadaan sehat yaa.

Kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku pertama kali pergi ke perpustakaan nasional, sebenarnya dari dulu aku ingin sekali kesini, tapi baru diberi kesempatannya sekarang. Mari kita mulai petualangannya!

Waktu itu pada bulan februari lalu, aku pergi ke perpusnas, singkatan dari perpustakaan nasional, bersama teman-temanku naik kereta. Aku dan teman-teman janjian di sekolah pukul 8 pagi, naik angkot ke stasiun depok baru dan memesan tiket kereta ke stasiun gondangdia. Saat itu karena kami benar-benar gak tau jalan, jadinya kami mengandalkan google maps. Dan ya, itu sangat membantu kami untuk menemukan tempat tujuan. Oiya, aku dan teman-teman kesini buat nugas ya, bukan untuk sekedar jalan-jalan aja, sebenarnya waktu itu mau sekalian pergi ke monas karena jaraknya kelihatan lumayan dekat, tapi gak jadi karena udah kesorean. 



Next, saat sudah sampai stasiun gondangdiya, banyak tukang jualan di sekitar stasiun yang pastinya bikin ngiler, hehe. Sekeluarnya dari stasiun, kami sempat stuck, karena arah di maps bikin bingung, jadinya kayak setrikaan mondar-mandir doang. Lumayan memakan waktu dan akhirnya ketemu juga jalan yang dicari. Perjalanan dari stasiun ke perpusnas juga asyik, soalnya jalanannya bagus, berasa diluar negeri! Hehe. Perjalanan kami melewati berbagai gedung-gedung tinggi, ada gedung MNCTV, gedung kedutaan Amerika yang ada di Indonesia, dan lain sebagainya, tak terasa sampailah kami di perpustakaan. Dari luar biasa saja, karena ketutupan bangunan seperti rumah mungkin, tapi saat memasuki bangunan itu, “woooaahhh,” terdengar berlebihan tapi memang itu yang aku rasakan. Jadi di dalam bangunan itu ada berbagai karya seni, kertas jaman dulu, huruf-huruf aksara, dan lain sebagainya. Ada layar televisi juga yang menjelaskan berbagai barang yang ada disana. Setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan dan voila, inilah bangunan utama tujuan kami, perpustakaan nasional yang memiliki 27 lantai. Tinggi sekali. Sebelum masuk, tak ketinggalan kami harus mengambil gambar sebanyak mungkin untuk dokumentasi. Setelah itu inilah saatnya masuk, tapi sebelum itu kamu akan diberikan kunci loker yang berguna untuk menaruh barang-barang kamu. Tenang aja, bakal aman kok. Baru deh, kamu bebas menikmati seluruh fasilitas.

Perjalanan termenyenangkan yang gak tau akan bisa diulang lagi atau tidak karena pandemi ini. Terima kasih sudah membaca dan selalu jaga kesehatan yaa semua, have a nice day!

Bubye.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dream (2023), Jadi Pelatih Sepakbola Tunawisma Demi Karir yang Mulai Meredup

Halooo! Baru banget langganan Netflix eh gak sengaja liat ada film yang udah aku tunggu-tunggu sampai lupa. Yup, apalagi kalau bukan film yang dibintangi Park Seo-Joon sama mba IU ini, langsung aja kita bahas; Dream. Dirilis tahun ini dengan genre komedi-drama, menceritakan tentang Yoon Hong-Dae (Park Seo-Joon), seorang atlet sepakbola professional yang terpaksa harus hiatus dari karirnya dikarenakan terlibat kontroversi mengenai ibunya yang melakukan penipuan hingga menjadi DPO. Agar namanya membaik dikalangan masyarakat maupun media, Hong-dae terpaksa harus menjadi pelatih sepakbola bagi para tunawisma yang sama sekali awam mengenai cabang olahraga tersebut untuk bertanding di kejuaraan dunia. Dibantu oleh Lee Somin (IU) selaku cameramen dan penulis naskah, Hong-dae berusaha menarik simpati netizen demi mengembalikan karirnya yang mulai meredup. In my opinion , ceritanya penuh makna dan lumayan kocak. Walaupun basic nya film komedi, namun ada beberapa scene yang menceritakan back...

Matilda The Musical (2022), Bocah Jenius Pemberantas Ketidakadilan

Halooooo, welcome back to MarKiView; Mari Kita Review! Berawal dari gak sengaja baca ulasan menarik salah satu movie antusiast di media sosial lalu iseng-iseng nonton filmnya. Surprisingly , malah jadi ketagihan dengar berbagai lagunya yang ciamik dan masuk list pertama film favorit yang aku tonton di 2023, yaitu Roald Dahl’s Matilda The Musical. Dengan genre drama, musical dan fantasi, film ini menceritakan tentang Matilda Wormwood (Alisha Weir), seorang anak perempuan cerdas dengan imajinasi tinggi yang lahir tanpa mendapat kasih sayang orang tua karena sebelumnya mereka mengharapkan anak laki – laki. Matilda menjalani kesehariannya di rumah dan membaca buku di perpustakaan keliling yang dikelola Mrs Phelps (Sindhu Vee) tanpa diberi kesempatan bersekolah. Pada suatu hari, dua orang guru salah satunya Miss Honey (Lashana Lynch), yang mewakili sekolah bernama Crunchem Hall datang ke rumah Matilda dan mengajaknya untuk bergabung. Namun kenyataannya sekolah barunya tidak seperti sek...

The Age of Adaline (2015), Situasi Saat Manusia Tidak Bisa Menua

Haloooo, welcome to MarKiView; Mari Kita Review! Emang ya, apa yang kita lihat bisa mempengaruhi diri kita sendiri, sama halnya kayak yang aku tonton. Film ini sering banget mondar-mandir di fyp tiktok, dari yang tadinya gak interest , malah jadi kepo! Emang film apa sih? Yuk kita bahas, The Age of Adaline. Dirilis tahun 2015, menceritakan tentang Adeline Bowman (Blake Lively), seorang wanita yang sewaktu muda mengalami kecelakaan tunggal sehingga membuat dirinya tidak bisa menua. Entah berkah atau kutukan, situasi yang menimpanya tersebut membuat dirinya sulit untuk hidup layaknya manusia normal sehingga memaksanya berpindah-pindah tempat serta mengganti identitas demi menghindari kecurigaan. Pada suatu hari, ia menjalin kasih dengan seseorang yang ia temui di sebuah restoran bernama Ellis Jones (Michiel Huisman) yang dalam sekejap membuatnya jatuh cinta. Namun, masalah mulai muncul saat orang di masa lalunya, sekaligus keluarga sang kekasih, mengetahui identitas Adaline yang sebe...