Langsung ke konten utama

Pengalaman saat pelantikan PMR


PELANTIKAN PMR

Langsung aja,
ini adalah pengalamanku saat mengikuti pelantikan PMR disekolah ku.

Tepatnya mungkin pada hari kamis, aku mendapat info dari kakel (kakak kelas), bahwa hari minggu nanti akan diadakan pelantikan, perasaanku pada saat itu terkejut bercampur senang, karena kegiatan ini sudah ku tunggu sejak lama.
Pas pelantikan nanti aku diperintahkan untuk membawa berbagai macam peralatan, seperti handuk, baju seragam putih-abu, dan bekal makanan 3T yaitu Tempe, Tahu, dan Telur serta membawa air minum 1,5 L.

Pada hari minggu, tepatnya jam 6.00 aku telah bersiap-siap, menyiapkan semua barang yang diperlukan. Aku selesai berkemas jam 8.00 setelah itu aku berangkat ke sekolah.

SKIP

Kami dikumpulkan dilapangan, sebagian besar yang mengikuti pelantikan ini adalah perempuan. Kami dibagi menjadi lima kelompok, aku masuk kedalam kelompok 5, yaitu Dr. R. Mochtar.
Tugas kami yaitu memasuki pos-pos yang telah disediakan, dan di pos itu ada satu kakel yang berjaga.

Pos yang pertama kami masuki adalah pos Tribakti. Sesampainya di pos, kami memberi salam serta laporan pada petugas. Kami diberi pertanyaan untuk menyebutkan Tribakti PMR yang memiliki 3 poin. Saat itu kami tidak bisa menjawab pertanyaan itu, lalu kami diperintahkan mencari tahu jawabannya.
setelah sekian mencari akhirnya kami hanya berhasil mengumpulkan 2 poin saja, lalu setelah itu kami diberi tahu bahwa Tribakti itu memiliki 3 poin, yaitu
1. Menigkatkan keterampilan hidup sehat
2. Berkarya dan berbakti pada masyarakat
3. Mempererat persahabatan nasiona dan internasional
Setelah itu kami meminta tanda tangan pada petugas, di belakan nickname yg kami gunakan.

Lalu kami mencari pos selanjutnya, yaitu pos tanggung jawab. Petugas memerintahkan ketua kelompok untuk memeriksa kelengkapan para anggotanya. Disini kami diajarkan bertanggung jawab dengan apa yg telah diberikan pada kita, contohnya ketika disuruh membawa sapu tangan berwarna putih, kami harus menjaganya dengan sungguh-sungguh, karena sapu tangan itu melambangkan harga diri.

Ketiga kami ke pos kepemimpinan. Menjelaskan tentang menjadi pemimpin yang baik.

Keempat yaitu pos sejarah palang merah, disini kami diuji tentang pengetahuan mengenai sejarah palang merah, bapak kepalangmerahan, tribakti, prinsip dasar kepalangmerahan, dan lain-lain.

SKIP

Setelah selesai mengikuti kegiatan pelantikan, kami melakukan upacara menutupan serta pemilihan ketua PMR di sekolahku.

--

Sekian dari saya, maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Semoga artikel ini bisa membantu kalian memberi sedikit gambaran tentang pelantikan.
Assalamualaikum wr.wb




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dream (2023), Jadi Pelatih Sepakbola Tunawisma Demi Karir yang Mulai Meredup

Halooo! Baru banget langganan Netflix eh gak sengaja liat ada film yang udah aku tunggu-tunggu sampai lupa. Yup, apalagi kalau bukan film yang dibintangi Park Seo-Joon sama mba IU ini, langsung aja kita bahas; Dream. Dirilis tahun ini dengan genre komedi-drama, menceritakan tentang Yoon Hong-Dae (Park Seo-Joon), seorang atlet sepakbola professional yang terpaksa harus hiatus dari karirnya dikarenakan terlibat kontroversi mengenai ibunya yang melakukan penipuan hingga menjadi DPO. Agar namanya membaik dikalangan masyarakat maupun media, Hong-dae terpaksa harus menjadi pelatih sepakbola bagi para tunawisma yang sama sekali awam mengenai cabang olahraga tersebut untuk bertanding di kejuaraan dunia. Dibantu oleh Lee Somin (IU) selaku cameramen dan penulis naskah, Hong-dae berusaha menarik simpati netizen demi mengembalikan karirnya yang mulai meredup. In my opinion , ceritanya penuh makna dan lumayan kocak. Walaupun basic nya film komedi, namun ada beberapa scene yang menceritakan back...

Matilda The Musical (2022), Bocah Jenius Pemberantas Ketidakadilan

Halooooo, welcome back to MarKiView; Mari Kita Review! Berawal dari gak sengaja baca ulasan menarik salah satu movie antusiast di media sosial lalu iseng-iseng nonton filmnya. Surprisingly , malah jadi ketagihan dengar berbagai lagunya yang ciamik dan masuk list pertama film favorit yang aku tonton di 2023, yaitu Roald Dahl’s Matilda The Musical. Dengan genre drama, musical dan fantasi, film ini menceritakan tentang Matilda Wormwood (Alisha Weir), seorang anak perempuan cerdas dengan imajinasi tinggi yang lahir tanpa mendapat kasih sayang orang tua karena sebelumnya mereka mengharapkan anak laki – laki. Matilda menjalani kesehariannya di rumah dan membaca buku di perpustakaan keliling yang dikelola Mrs Phelps (Sindhu Vee) tanpa diberi kesempatan bersekolah. Pada suatu hari, dua orang guru salah satunya Miss Honey (Lashana Lynch), yang mewakili sekolah bernama Crunchem Hall datang ke rumah Matilda dan mengajaknya untuk bergabung. Namun kenyataannya sekolah barunya tidak seperti sek...

The Age of Adaline (2015), Situasi Saat Manusia Tidak Bisa Menua

Haloooo, welcome to MarKiView; Mari Kita Review! Emang ya, apa yang kita lihat bisa mempengaruhi diri kita sendiri, sama halnya kayak yang aku tonton. Film ini sering banget mondar-mandir di fyp tiktok, dari yang tadinya gak interest , malah jadi kepo! Emang film apa sih? Yuk kita bahas, The Age of Adaline. Dirilis tahun 2015, menceritakan tentang Adeline Bowman (Blake Lively), seorang wanita yang sewaktu muda mengalami kecelakaan tunggal sehingga membuat dirinya tidak bisa menua. Entah berkah atau kutukan, situasi yang menimpanya tersebut membuat dirinya sulit untuk hidup layaknya manusia normal sehingga memaksanya berpindah-pindah tempat serta mengganti identitas demi menghindari kecurigaan. Pada suatu hari, ia menjalin kasih dengan seseorang yang ia temui di sebuah restoran bernama Ellis Jones (Michiel Huisman) yang dalam sekejap membuatnya jatuh cinta. Namun, masalah mulai muncul saat orang di masa lalunya, sekaligus keluarga sang kekasih, mengetahui identitas Adaline yang sebe...